Mediaex Mamuju — Perselisihan keluarga terkait pembagian warisan orang tua berujung tragis. Seorang pria lanjut usia di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, nekat membunuh adik kandungnya sendiri usai terlibat cekcok panjang mengenai harta peninggalan orang tua mereka.

Peristiwa memilukan tersebut terjadi di salah satu pemukiman warga pada awal pekan ini. Korban diketahui meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka serius yang dideritanya, sementara pelaku langsung diamankan oleh aparat kepolisian tidak lama setelah kejadian.
Dipicu Sengketa Harta Warisan
Kasat Reskrim Polresta Mamuju menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan awal, konflik antara pelaku dan korban telah berlangsung cukup lama. Keduanya kerap terlibat adu mulut terkait pembagian tanah dan rumah peninggalan orang tua mereka.
“Motif utama sementara yang kami dalami adalah persoalan warisan. Perselisihan ini sudah berlangsung lama, dan pada hari kejadian memuncak hingga berujung pada tindak pidana pembunuhan,” kata Kasat Reskrim kepada wartawan.
Cekcok disebut terjadi di sekitar rumah keluarga. Emosi yang memuncak membuat pelaku hilang kendali hingga akhirnya melakukan penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia.
Baca Juga : Kronologi Kakak Bunuh Adik Kandung gegara Sengketa Tanah Warisan di Mamuju
Pelaku Diamankan, Polisi Lakukan Pendalaman
Usai kejadian, warga yang mengetahui peristiwa tersebut segera melaporkannya ke pihak kepolisian. Tim kepolisian yang tiba di lokasi langsung mengamankan pelaku tanpa perlawanan dan mengevakuasi korban ke rumah sakit untuk keperluan visum.
“Pelaku saat ini sudah kami tahan dan masih menjalani pemeriksaan intensif. Kami juga mengamankan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan kejadian,” ujar Kasat Reskrim.
Penyidik masih mendalami secara detail kronologi kejadian, termasuk kemungkinan adanya pihak lain yang mengetahui secara langsung insiden tersebut. Sejumlah saksi dari lingkungan sekitar juga telah dimintai keterangan.
Warga Kaget dan Berduka
Peristiwa tersebut mengundang keprihatinan mendalam dari warga sekitar. Tetangga korban mengaku tidak menyangka cekcok keluarga yang selama ini terdengar akan berujung pada tragedi berdarah.
“Memang sering terdengar cekcok soal tanah, tapi kami tidak menyangka sampai terjadi seperti ini. Kami semua sangat kaget,” ujar salah seorang warga.
Polisi mengimbau masyarakat agar menyelesaikan persoalan keluarga, khususnya terkait warisan, melalui jalur musyawarah atau hukum, bukan dengan kekerasan. Kasus ini menjadi pengingat bahwa konflik yang tidak dikelola dengan baik dapat berakibat fatal.
Saat ini, pelaku terancam jerat hukum pidana berat atas perbuatannya, sementara proses penyidikan terus berlanjut untuk memastikan seluruh fakta kejadian secara menyeluruh.





