Mediaex Mamuju — Kabar gembira datang bagi masyarakat Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Tahun ini, pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan menyalurkan satu unit bus sekolah rakyat untuk mendukung program pendidikan di wilayah tersebut.

Program ini merupakan bagian dari upaya Kemenhub memperluas akses transportasi ramah anak sekolah, khususnya di daerah dengan keterbatasan sarana mobilitas siswa.
Bagian dari 28 Unit Bus Sekolah Nasional
Direktur Angkutan Jalan Kemenhub, Supriyanto, menjelaskan bahwa pada tahun 2025 pihaknya mengalokasikan 28 unit bus sekolah rakyat untuk sejumlah daerah di Indonesia.
Daerah penerima tersebar di berbagai wilayah, termasuk Kabupaten Lombok Timur (Nusa Tenggara Barat), Kabupaten Katingan (Kalimantan Tengah). Serta Kabupaten Mamuju (Sulawesi Barat) sebagai perwakilan dari kawasan timur Indonesia.
“Bus sekolah rakyat ini merupakan dukungan nyata pemerintah untuk membantu anak-anak sekolah di daerah terpencil agar bisa berangkat dan pulang sekolah dengan aman serta nyaman,” ujar Supriyanto, Kamis (6/11/2025).
Dukungan bagi Program Sekolah Rakyat di Mamuju
Bupati Mamuju, Sutinah Suhardi, menyambut baik bantuan tersebut dan menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas perhatian terhadap peningkatan kualitas layanan pendidikan di daerah.
“Selama ini masih banyak anak-anak di wilayah perdesaan Mamuju yang kesulitan akses menuju sekolah. Kehadiran bus sekolah rakyat ini akan sangat membantu, terutama bagi peserta didik di kawasan terpencil,” ujarnya.
Menurutnya, Pemkab berkomitmen mendukung operasional bus sekolah rakyat tersebut, termasuk dalam hal perawatan dan penyediaan pengemudi.
Baca Juga : Kemenag Tegaskan Komitmen Pengembangan Pesantren Ramah Anak
Dorong Pemerataan Akses Pendidikan
Program bus sekolah rakyat merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mendorong pemerataan akses pendidikan di seluruh Indonesia.
Kemenhub menargetkan agar setiap kabupaten penerima dapat mengoperasikan armada bantuan ini secara optimal. Bekerja sama dengan pemerintah daerah dan sekolah setempat.
Dengan adanya bantuan ini, diharapkan angka ketidakhadiran siswa akibat kendala transportasi dapat ditekan. Sekaligus mendukung tercapainya visi pendidikan inklusif dan berkeadilan di Kabupaten Mamuju.





