Mediaex Mamuju – Memasuki musim penghujan pada November 2025, Puskesmas Bambu di Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju, mencatat lonjakan signifikan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) dan gangguan pencernaan seperti dispepsia atau nyeri ulu hati. Tren peningkatan ini sudah terlihat sejak awal bulan dan membuat pelayanan di puskesmas lebih padat dibanding bulan sebelumnya.
:format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/kasus-ISPA-di-Jember-5.jpg)
Kondisi Cuaca Jadi Pemicu Penyakit
Kepala Puskesmas Bambu, dr. (nama dapat ditambahkan bila tersedia), menjelaskan bahwa perubahan cuaca yang tidak menentu seringkali memicu penurunan daya tahan tubuh masyarakat. Hal ini berdampak langsung pada meningkatnya kasus ISPA, terutama pada anak-anak dan lanjut usia.
“Saat hujan mulai rutin turun, suhu lingkungan menjadi lembap. Kondisi ini membuat virus penyebab ISPA lebih mudah berkembang. Banyak pasien datang dengan keluhan batuk, pilek, demam, dan sesak ringan,” ujarnya saat ditemui, Kamis (13/11/2025).
ISPA menjadi salah satu penyakit yang paling sering ditemui di musim hujan. Menurut petugas layanan, mayoritas pasien datang lebih dari sekali dalam seminggu karena gejala yang tak kunjung membaik.
Baca Juga : Percasi Sulbar Minta Maaf, Hak Juara Kejurnas Catur Belum Terselesaikan karena Dana Terbatas
Gangguan Pencernaan Ikut Meningkat
Selain ISPA, kasus dispepsia atau nyeri ulu hati juga menunjukkan peningkatan. Dokter menjelaskan bahwa perubahan pola makan selama cuaca dingin, konsumsi makanan pedas, dan tingkat stres masyarakat turut memicu gangguan pencernaan.
“Dispepsia dapat muncul karena makan tidak teratur, terlalu banyak konsumsi makanan berlemak atau pedas, serta kebiasaan minum kopi saat cuaca dingin. Musim hujan membuat banyak orang mengubah pola makan, sehingga keluhan lambung ikut meningkat,” tambahnya.
Beberapa pasien bahkan harus menjalani pemeriksaan lanjutan karena keluhan berulang, terutama pada penderita maag kronis.
Upaya Puskesmas Hadapi Lonjakan Pasien
Untuk mengantisipasi meningkatnya jumlah pasien, Puskesmas Bambu telah menambah durasi pelayanan dan memperkuat edukasi kesehatan kepada masyarakat. Petugas kesehatan aktif menyampaikan imbauan melalui grup warga, sekolah, hingga posyandu.
Sejumlah langkah pencegahan yang terus disosialisasikan meliputi:
-
menjaga kebersihan lingkungan,
-
meningkatkan konsumsi air putih,
-
menghindari perubahan suhu mendadak,
-
rutin mencuci tangan,
-
serta menjaga pola makan sehat.
“Kami meminta masyarakat segera memeriksakan diri jika mengalami gejala berat seperti sesak napas, batuk lebih dari seminggu, atau nyeri ulu hati yang tak membaik,” ujar dr. (nama).
Masyarakat Diminta Waspada
Puskesmas juga mengingatkan warga untuk tetap waspada terhadap potensi penyakit musiman lainnya seperti diare, demam berdarah, dan influenza.
Dengan kondisi cuaca yang diprediksi terus berfluktuasi hingga akhir tahun, pihak puskesmas berharap masyarakat meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat untuk mencegah risiko penyakit.





