Mediaex Mamuju – Pelatihan TIK Mateng terus menjadi fokus Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah dalam upaya memperkuat kualitas pendidikan dasar dan menengah. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Mateng menilai bahwa kebutuhan kompetensi teknologi bagi pengelola aset sekolah semakin meningkat seiring masuknya dunia pendidikan ke era digital.
Kondisi itu mendorong pemerintah daerah menyiapkan program pelatihan yang menyasar para operator, admin sekolah, dan staf teknis yang mengelola sistem informasi pendidikan.
![Pelatihan TIK Bagi Murid SMA & SMK [Tahap 1 - Mojokerto] Provinsi Jawa Timur Tahun 2025](https://i.ytimg.com/vi/yox0Wj8eVb0/hq720.jpg?sqp=-oaymwEhCK4FEIIDSFryq4qpAxMIARUAAAAAGAElAADIQj0AgKJD&rs=AOn4CLDQvKSJRSms8aczaJ6JDv3apCALiA)
Disdikbud Mateng menggagas pelatihan ini untuk menciptakan lingkungan sekolah yang mampu memanfaatkan teknologi secara optimal. Pemerintah ingin memastikan bahwa setiap sekolah di Mamuju Tengah mampu mengoperasikan perangkat digital, mengelola data secara akurat, serta mendukung proses pembelajaran yang lebih interaktif. Para pengelola sekolah mendapatkan materi mengenai manajemen informasi, keamanan data, penggunaan aplikasi pendidikan, serta langkah digitalisasi administrasi sekolah.
Program pelatihan tersebut juga menargetkan peningkatan kemampuan dalam memanfaatkan perangkat TIK untuk mendukung kinerja guru dan peserta didik. Pemerintah mengajak para pengelola sekolah menguasai platform pembelajaran daring. Sistem manajemen kelas digital, dan perangkat berbasis teknologi lainnya agar proses belajar berlangsung lebih efektif. Disdikbud Mateng menegaskan bahwa sekolah perlu beradaptasi dengan cepat terhadap perkembangan teknologi supaya tidak tertinggal.
Baca Juga : Alasan PAD Pemkab Mamuju Tetap Genjot Rehabilitasi Lapangan Tenis Rp742 Juta Walau Sedang Efisiensi
Percepatan Modernisasi Kerja Lewat Pelatihan Digital
Selain meningkatkan kompetensi teknis, Disdikbud Mateng mendorong peserta pelatihan untuk mengembangkan pola pikir digital. Pemerintah ingin mengubah pola kerja konvensional menjadi lebih modern, cepat, dan efisien. Pengelola sekolah juga belajar menyusun strategi integrasi teknologi dalam kegiatan pendidikan. Sehingga proses pembelajaran tidak hanya bergantung pada metode tatap muka.
Masyarakat menyambut baik langkah pemerintah daerah yang terus memperkuat literasi digital di sekolah. Banyak pihak menilai bahwa program ini membuka kesempatan bagi sekolah-sekolah di daerah untuk mengejar ketertinggalan teknologi.
Dengan langkah ini, Pelatihan TIK Mateng membantu sekolah dasar dan menengah memiliki fondasi kuat dalam menghadapi perubahan cepat di dunia pendidikan digital.





