Mediaex Mamuju – Seorang Pemuda Kalukku Mamuju bernama Asran (22) meninggal dunia di rumahnya yang terletak di Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, pada Rabu (10/12/2025). Peristiwa tersebut mengejutkan warga sekitar karena korban masih berusia muda dan selama ini dikenal sebagai pribadi yang aktif dalam lingkungan tempat tinggalnya.

Pihak keluarga pertama kali menemukan korban dalam kondisi tidak sadarkan diri di dalam rumah. Keluarga kemudian segera meminta pertolongan kepada warga sekitar dan aparat desa. Tim dari kepolisian langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat. Aparat melakukan pemeriksaan awal di tempat kejadian perkara serta mencatat keterangan dari sejumlah saksi.
Berdasarkan informasi awal yang beredar di lingkungan sekitar, korban diduga sempat menenggak racun sebelum mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Aparat kepolisian terus menggali keterangan dari keluarga dan saksi untuk memastikan rangkaian peristiwa yang terjadi. Hingga saat ini, polisi masih mengumpulkan data tambahan demi memastikan penyebab pasti kematian korban.
Keluarga Harapkan Penyelidikan Transparan
Keluarga korban menyampaikan duka mendalam atas kepergian Asran. Mereka berharap aparat penegak hukum dapat memberikan kejelasan terkait peristiwa yang menimpa anggota keluarga mereka. Warga sekitar juga turut menyampaikan belasungkawa serta memberikan dukungan moral kepada keluarga yang berduka.
Baca Juga : UPTD BLK Disnaker Sulbar Rugikan Pengusaha Kecil, Biaya Katering & Paket Tas Kegiatan Belum Dilunasi
Peristiwa yang menimpa Pemuda Kalukku Mamuju ini kembali menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental generasi muda. Tekanan hidup, masalah pribadi, serta beban sosial sering kali menjadi faktor yang luput dari perhatian lingkungan sekitar. Peran keluarga, sekolah, dan masyarakat sangat penting untuk membangun ruang komunikasi yang terbuka.
Pemerintah daerah bersama aparat setempat juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu mencari bantuan jika menghadapi masalah berat. Layanan konseling, tokoh masyarakat, dan tenaga kesehatan tersedia sebagai tempat berbagi dan mencari solusi.
Hingga berita ini terbit, pihak kepolisian masih melanjutkan pendalaman kasus untuk memastikan seluruh rangkaian peristiwa secara utuh. Aparat juga meminta masyarakat untuk tidak menyebarkan spekulasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.





