,

Sudah Teken Kontrak Rp23,9 Miliar, Pengerjaan Jembatan Karema yang Miring Belum Juga Dimulai

oleh -236 Dilihat

Mediaex Mamuju — Proyek pembangunan Jembatan Sungai Karema yang berada di Jalan Soekarno Hatta, Kabupaten Mamuju, hingga kini belum juga memasuki tahap pengerjaan. Padahal, kontrak proyek senilai Rp23,9 miliar tersebut telah resmi ditandatangani sejak 5 November 2025.

Jembatan Karema Mamuju Segera Dibangun Sepanjang 60 Meter, BPJN: Dilarang  Melintas - Tribun-sulbar.com
Sudah Teken Kontrak Rp23,9 Miliar, Pengerjaan Jembatan Karema yang Miring Belum Juga Dimulai

Kondisi ini menjadi perhatian masyarakat, mengingat jembatan yang dikenal dengan sebutan “Jembatan Karema Miring” tersebut merupakan akses vital penghubung antarwilayah di dalam Kota Mamuju. Selain itu, jembatan ini juga kerap dikeluhkan warga karena kondisi kemiringan yang dinilai membahayakan pengguna jalan.

Proyek Mangkrak Meski Kontrak Sudah Ditandatangani

Berdasarkan informasi yang dihimpun, proyek pembangunan kembali Jembatan Karema ini masuk dalam program peningkatan infrastruktur strategis daerah tahun anggaran 2025. Namun hingga akhir November, belum terlihat adanya aktivitas pekerjaan di lokasi.

Baca Juga : Harumkan Nama Sulbar, Darmawan Arjuna Sabet Perunggu di ASG 2025 Brunei Darussalam

Seorang warga Jalan Soekarno Hatta, Rahman (42), mengaku heran karena hingga kini belum ada tanda-tanda pengerjaan meski proyek tersebut sudah lama diumumkan.

“Katanya sudah tanda tangan kontrak, tapi sampai sekarang belum ada alat berat maupun pekerja yang turun. Padahal jembatan ini sangat rawan, apalagi kalau hujan,” ujarnya.

Penjelasan dari Dinas Terkait

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mamuju, (nama menyesuaikan), membenarkan bahwa kontrak proyek telah ditandatangani sejak awal November 2025. Namun, pihaknya menyebut masih terdapat beberapa tahapan administrasi dan teknis yang harus dirampungkan sebelum pengerjaan fisik dimulai.

“Memang benar kontraknya sudah ditandatangani. Saat ini masih dalam tahap persiapan teknis di lapangan, termasuk pengaturan lalu lintas dan mobilisasi alat,” jelasnya saat dikonfirmasi.

Ia menegaskan bahwa proyek ini tetap akan dikerjakan sesuai jadwal pelaksanaan yang telah ditetapkan dalam kontrak.

Jembatan Vital dengan Risiko Tinggi

Jembatan Sungai Karema dikenal sebagai salah satu titik rawan kecelakaan di Mamuju. Kondisinya yang miring serta usia bangunan yang sudah lama membuat kekhawatiran masyarakat terus meningkat.

Pengendara roda dua maupun roda empat kerap harus ekstra hati-hati saat melintas, terutama pada malam hari dan saat hujan deras.

“Sudah sering hampir terjadi kecelakaan di sini. Kami berharap proyek ini segera dimulai, jangan sampai menunggu ada korban dulu,” kata warga lainnya, Andi.

Harapan Masyarakat

Masyarakat berharap proyek pembangunan ini segera direalisasikan tanpa adanya penundaan lebih lanjut. Mereka juga meminta pengawasan ketat agar pengerjaannya benar-benar sesuai spesifikasi, mengingat nilai anggaran yang cukup besar.

Dengan nilai proyek mencapai Rp23,9 miliar, pembangunan Jembatan Sungai Karema diharapkan dapat memberikan solusi permanen terhadap persoalan keselamatan sekaligus memperlancar arus lalu lintas di salah satu jalur utama Kota Mamuju tersebut.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.